Foto: Sutarmin di Pabrik PT SSS (dokumentasi Mazka Hauzan Naufal) KARANGANYAR — Di sudut Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, deru mesin CNC membelah sunyi. Cahaya lampu bengkel fabrikasi itu menyala tanpa jeda, 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Di balik kesibukan pabrik tersebut, berdiri Sutarmin (54), pria bersahaja yang membuktikan bahwa keterbatasan pendidikan bukanlah tembok penghalang untuk menggenggam presisi industri modern. “Saya sebelumnya sama sekali tidak tahu 5R itu apa. Wong saya ini ndak sekolah. Pendidikan terakhir cuma SMP. Menjalankan bisnis, ya, asal jalan saja,” tutur Sutarmin, pemilik PT Sinergi Solo Sejahtera (PT SSS), dengan nada rendah hati, saat dihubungi penulis belum lama ini. Namun, siapa sangka dari jemari dingin seorang lulusan sekolah menengah pertama ini, lahir cetakan-cetakan presisi tinggi (moulding) berbahan logam yang menjadi hulu pembuatan berbagai kebutuhan hidup masyarakat—mulai dari komponen kemasan kosmetik, s...