Langsung ke konten utama

Postingan

Dari Solo, Anggi Ajak Generasi Muda Cegah Distopia Pangan lewat Pertanian Hidroponik

MEMILAH SELADA - Anggi Bitho Lokmanto (35), pemilik kebun Aa818_Hydroponic, tengah memilah sayur selada di lahan yang dia kelola di belakang Pondok Pesantren Mahasiswa Tanwirul Fikr, Jalan Kabut, Jebres, Kota Surakarta, Jumat (13/6/2025). (Dokumentasi Mazka Hauzan Naufal) Catatan: artikel ini menjadi Juara 3 Apresiasi YDBA (Yayasan Astra-Yayasan Dharma Bhakti Astra) untuk Pewarta 2025 kategori umum (blog/media sosial) SOLO – Pada masa mendatang, laju pertumbuhan populasi manusia tak lagi bisa diimbangi oleh pertumbuhan produksi pangan.  Pun, lahan-lahan persawahan akan berubah menjadi gedung-gedung hunian manusia yang populasinya terus meroket. Begitulah gambaran kondisi distopia pangan, di mana bumi tidak sanggup lagi menyediakan makanan yang cukup untuk mengisi perut seluruh penghuninya. Di sudut Kota Solo, Jawa Tengah, seorang pemuda bernama Anggi Bitho Lokmanto (35) menolak tunduk pada skenario terburuk masa depan tersebut.  Di kebun bernama Aa818_Hydroponic, ia merawat ...
Postingan terbaru

Merawat Impian tentang Reaktivasi Kereta Api Semarang-Rembang

Merawat Impian tentang Reaktivasi Kereta Api Semarang-Rembang (Termasuk 10 karya terbaik dalam lomba menulis feature "Ayo Cintai Angkutan Massal!" NNC, 2024) Foto: Stasiun Kereta Api Puri Pati (1905) (Leiden University Librares via Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Pati.) PATI -   Lebih dari 20 tahun lalu, saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, Ibu pernah membawa saya berkunjung ke rumah Mbah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Berangkat dari Terminal Terboyo, Kota Semarang, kami naik bus jurusan Surabaya. Ibu mengajak saya bersiap turun bus ketika kernet mulai berteriak, “Stasiun! Stasiun!” Dengan pikiran kanak-kanak yang lugu, kala itu saya bingung. Sesuai pelajaran yang saya dapat di sekolah, tempat pemberhentian bus adalah halte atau terminal. Sedangkan stasiun adalah tempat pemberhentian kereta api. Saya heran karena kami naik bus tapi turun di stasiun. Begitu turun bus, saya lebih heran lagi karena tidak melihat ada bangunan stasiun seperti...

Kunci Sukses adalah Kebetulan: Kisahku Berangkatkan Mamah Umrah lewat Jalur Giveaway

Pak Alex dari Marimas secara simbolis ngasih hadiah umrah ke Mamah, Jumat (22/12/2023). (Dokumentasi pribadi) "Kunci sukses bukan kerja keras. Kunci sukses adalah kebetulan." Kata-kata dari Ryu Hasan, seorang dokter spesialis bedah saraf, yang sempat viral di media sosial tersebut membuatku tersenyum manggut-manggut ketika kali pertama menyimaknya di Tiktok . Meski aku tidak bisa memastikan maksud sebenarnya dan seutuhnya dari Ryu Hasan, kurasa aku sangat bersepakat dengan kata-kata itu. Setidaknya dalam pemaknaan pribadiku.  Sedikit-banyak, barangkali prinsip hidupku selama ini juga bersinggungan dengan kata-kata itu. Banyak "kebetulan-kebetulan menyenangkan" yang kualami dalam hidup, yang ketika hal itu terjadi, aku merasa tidak gagal-gagal amat jadi manusia. Banyak pencapaian-pencapaian dalam hidupku yang merupakan hasil " giveaway ". Sebagian emas yang kugunakan sebagai mahar menikah adalah hasil undian dari salah satu bank syariah.  Aku bisa kuliah S2...

Kalau Makan Nggak Habis, Nanti Buminya Nangis, Lo!

Ilustrasi Sampah Sisa Makanan (sumber gambar: freepik.com) [Tulisan ini terpilih sebagai salah satu dari tiga tulisan terbaik bertema "kegelisahan" dalam latihan Komunitas Literasi Finansial supported by BRI (2024)] MENDIANG nenekku paling sebal dengan orang yang menyia-nyiakan makanan. Nasihat Nenek lebih dari dua puluh tahun lalu, pada masa kanak-kanakku, masih menancap kuat dalam otakku sampai sekarang. Nenek selalu mengingatkanku untuk mengambil makanan ke piring secukupnya, kemudian makan dengan tidak menyisakan barang sebulir nasi pun. Suatu hari, Nenek pernah menegurku ketika melihat masih ada beberapa bulir nasi kubiarkan tak terjamah di piring makanku. Nenek lantas membandingkan aku dengan sepupuku yang menurutnya selalu menandaskan makanan di piring tanpa sebutir nasi dan setetes kuah pun tersisa. Dipicu ego seorang bocah yang enggan dibanding-bandingkan dengan saudara sendiri, apalagi dalam posisi yang kalah, teguran itu pada akhirnya membentuk kebiasaan dan cara ...

Petaka Rajah Walet di Hotel Tua

Petaka Rajah Walet di Hotel Tua oleh Mazka Hauzan* (Cerpen hasil program Residensi Literatutur 2023 yang diadakan Yayasan Gang Sebelah Gresik bersama Pusat Pengembangan Bahasa dan Sastra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi [Kemdikbudristek] Republik Indonesia) Hari masih subuh dan kawasan kota tua Bandar Grissee baru mulai berdenyut. Toko kelontong di Jalan HOS Cokroaminoto baru dibuka pintu kayunya yang berkeriut. Pengayuh becak baru mulai mengayun lutut, melintasi Jalan Basuki Rahmat, Malioboro-nya Gresik. Semenjak direnovasi akhir tahun lalu, begitulah jalan ini orang-orang sebut. Di emperan toko Jalan Raden Santri, oleh pedagang sayur yang baru menggelar lapak, bapak-bapak dan ibu-ibu disambut. Para pembeli ini masih bersarung dan bermukena. Mereka berbelanja sepulang salat subuh dengan wajah masih berhias cahaya doa qunut. Berbeda dari orang-orang itu, wajah Nadhif Munawar tak bercahaya. Justru muram dan kusut. Pikirannya acakadut. Padahal dia juga baru saja ...

Demokrat Berkoalisi dengan Rakyat: Menguji Komitmen sang Oposisi

Demokrat Berkoalisi dengan Rakyat: Menguji Komitmen sang Oposisi oleh Mazka Hauzan Naufal (Juara 2 Lomba Menulis Kategori Umum yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah, 2021) Keterangan foto (dokumentasi DPC Partai Demokrat Pati): Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto menyerahkan bantuan untuk korban banjir pada Kades Ngagel Kecamatan Dukuhseti Suwardi, Rabu (24/2/2021) “Demokrat memilih untuk tetap konsisten berkoalisi dengan rakyat.” Itu adalah jawaban dari Kepala Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra, Jumat (27/8/2021), ketika dimintai komentar tentang masuknya Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam koalisi partai pendukung pemerintah. Partai politik yang dikomandoi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini memilih konsisten sebagai partai oposisi untuk mengawal jalannya pemerintahan.  Lantas, bagaimana cara membuktikan komitmen Demokrat untuk berkoalisi dengan rakyat? Cukupkah dengan m...