Ilustrasi Sampah Sisa Makanan (sumber gambar: freepik.com) [Tulisan ini terpilih sebagai salah satu dari tiga tulisan terbaik bertema "kegelisahan" dalam latihan Komunitas Literasi Finansial supported by BRI (2024)] MENDIANG nenekku paling sebal dengan orang yang menyia-nyiakan makanan. Nasihat Nenek lebih dari dua puluh tahun lalu, pada masa kanak-kanakku, masih menancap kuat dalam otakku sampai sekarang. Nenek selalu mengingatkanku untuk mengambil makanan ke piring secukupnya, kemudian makan dengan tidak menyisakan barang sebulir nasi pun. Suatu hari, Nenek pernah menegurku ketika melihat masih ada beberapa bulir nasi kubiarkan tak terjamah di piring makanku. Nenek lantas membandingkan aku dengan sepupuku yang menurutnya selalu menandaskan makanan di piring tanpa sebutir nasi dan setetes kuah pun tersisa. Dipicu ego seorang bocah yang enggan dibanding-bandingkan dengan saudara sendiri, apalagi dalam posisi yang kalah, teguran itu pada akhirnya membentuk kebiasaan dan cara ...