Balsam untuk Ayah Oleh Mazka Hauzan (Dimuat di Rubrik Budaya Harian Rakyat Sumbar, Sabtu 16 April 2016) Harum Harsa. Begitu nama lengkap gadis manis berusia enam tahun itu. Almarhum ayahnya yang memberikan nama itu, akronim dari "Harapan Umat Harapan Bangsa". Hebat sekali, bukan? Namun, sayang, sejak sang ibu menikah lagi dengan seorang pria berwajah-indah-namun-berhati-parah setahun lalu, hidup Harum seperti tanpa harapan. Jangankan harapan untuk umat dan bangsa, untuk diri sendiri pun nyaris tak ada. Hampir setiap hari semenjak ia mendapat ayah baru, di atas panggung kehidupannya yang tidak lebih megah dari balai RW, selalu tersaji drama, yang meski skenarionya selalu berganti setiap hari, memiliki tema besar yang sama: KDRT. Judul drama harian itu pun selalu mirip satu sama lain. Kemarin, judul drama yang dipentaskan adalah "Ayah Kalah Judi, Gampar Ibu Sampai Hampir Mati". Kemarin dulu, "Masakan Ibu Selalu Terasa Hambar di Lidah Ayah". Dalam dua judul d...