Sekar Melati Rinonce
Sajak karya Mazka Hauzan
(Juara 1 Cipta Puisi dalam Festival Sastra Rembang 2026)
Ingatan tentangmu, Bapak, adalah kenangan singkat tentang jemari kasarmu yang menguntai kepangan-kepangan kecil di rambut kanak-kanakku, yang kausebut bak once Meron. Begitulah dengung di kepalaku ketika aku melipat enam puluh pasang musim dalam palung dada, sambil meringkuk dalam rumah gedek peninggalanmu. Di gubuk ini, sunyi adalah sosok yang paling betah bertamu dan menemaniku menyesap getir kehidupan.
Orang bilang, Bapak, Engkau tak mewariskan apa-apa selain kemelaratan yang menyelusup sampai sela-sela kuku dan cerita heroik tentang Ibu yang merelakan seluruh napasnya demi tangis pertamaku. Kau tak ada di sampingku, Bapak, ketika hatiku diiris-iris sampai seluruh tresna di dalamnya tiris. Kau juga tak bersamaku, Bapak, ketika kerasnya dunia memaksaku membenamkan jemari setangan-tangan sekaki-kaki dalam lumpur sawah milik tuan tanah.
Namun sungguh, di ujung malam ini, aku masih mendengar riuh Sukolilo saat Maulid. Saat Bapak masih bersamaku untuk mengais karamahnya. Masih terasa betapa girangnya aku, ketika susah-payah kaududukkanku di atas pundakmu yang ringkih sampai aku bisa bergelantungan pada langit untuk meraih gunungan Meron.
Masih terdengar olehku, tawa kita yang meledak senyaring tabuhan rebana ketika bisa membawa pulang sejumput berkah untuk mengganjal perut yang merana. Dan sungguh, di antara angu tanah yang dibasahi hujan malam ini, aku juga masih mencium aroma juadah dan cucur dari masa yang semerbak itu.
Maka, Bapak, di usia sewidak yang orang bilang "sejatine wis wayahe tindak", baru kusadari bahwa kepangan rambutku kala itu, adalah untaian-untaian kenangan yang tak ubahnya once Meron. Sekar melati rinonce: bunga melati yang terjalin indah. Dan itu cukup untuk menjadi penawar bagi seluruh kepahitan yang kutenggak dan nyaris memenuhi seluruh rongga diriku. Dan itu cukup untuk membayar seluruh air mataku yang pernah jatuh ke bumi.
Pati, 9 April 2026
Catatan:
Meron: Tradisi masyarakat di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad.
Once Meron: Penganan berbahan dasar beras ketan yang dirangkai panjang, menyimbolkan untaian bunga melati, dan menjadi salah satu komponen utama dalam gunungan yang diarak ketika pelaksanaan tradisi Meron.


Komentar
Posting Komentar