Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Kunci Sukses adalah Kebetulan: Kisahku Berangkatkan Mamah Umrah lewat Jalur Giveaway

Pak Alex dari Marimas secara simbolis ngasih hadiah umrah ke Mamah, Jumat (22/12/2023). (Dokumentasi pribadi) "Kunci sukses bukan kerja keras. Kunci sukses adalah kebetulan." Kata-kata dari Ryu Hasan, seorang dokter spesialis bedah saraf, yang sempat viral di media sosial tersebut membuatku tersenyum manggut-manggut ketika kali pertama menyimaknya di Tiktok . Meski aku tidak bisa memastikan maksud sebenarnya dan seutuhnya dari Ryu Hasan, kurasa aku sangat bersepakat dengan kata-kata itu. Setidaknya dalam pemaknaan pribadiku.  Sedikit-banyak, barangkali prinsip hidupku selama ini juga bersinggungan dengan kata-kata itu. Banyak "kebetulan-kebetulan menyenangkan" yang kualami dalam hidup, yang ketika hal itu terjadi, aku merasa tidak gagal-gagal amat jadi manusia. Banyak pencapaian-pencapaian dalam hidupku yang merupakan hasil " giveaway ". Sebagian emas yang kugunakan sebagai mahar menikah adalah hasil undian dari salah satu bank syariah.  Aku bisa kuliah S2...

Kalau Makan Nggak Habis, Nanti Buminya Nangis, Lo!

Ilustrasi Sampah Sisa Makanan (sumber gambar: freepik.com) [Tulisan ini terpilih sebagai salah satu dari tiga tulisan terbaik bertema "kegelisahan" dalam latihan Komunitas Literasi Finansial supported by BRI (2024)] MENDIANG nenekku paling sebal dengan orang yang menyia-nyiakan makanan. Nasihat Nenek lebih dari dua puluh tahun lalu, pada masa kanak-kanakku, masih menancap kuat dalam otakku sampai sekarang. Nenek selalu mengingatkanku untuk mengambil makanan ke piring secukupnya, kemudian makan dengan tidak menyisakan barang sebulir nasi pun. Suatu hari, Nenek pernah menegurku ketika melihat masih ada beberapa bulir nasi kubiarkan tak terjamah di piring makanku. Nenek lantas membandingkan aku dengan sepupuku yang menurutnya selalu menandaskan makanan di piring tanpa sebutir nasi dan setetes kuah pun tersisa. Dipicu ego seorang bocah yang enggan dibanding-bandingkan dengan saudara sendiri, apalagi dalam posisi yang kalah, teguran itu pada akhirnya membentuk kebiasaan dan cara ...